Bima Corruption Watch akan Melaporkan Secara Resmi Bantuan Operasi Sekolah SMAN 1 Sanggar

0
IMG-20250726-WA0002

Sanggar (25/7/2025) – Sehubungan dengan adanya dugaan pengelontoran Anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diduga mengunakan data fiktif, atau penyelewengan anggaran yang tidak sesuai dengan fakta data realisasi lapangan.

Bung Endri: Salah satu aktif mahasiswa jurusan ilmu hukum ummat memberikan suatu kritikan pedes terhadap SMAN 1 Sanggar lewat bantuan pengelolaan dana bantuan operasional (BOS) yang di duga salah gunakan Tampa ada realisasi bentuk fisik yang riil di lokasih lapangan, sedangkan bantuan dana BOS tersebut tetap di gelontorkan oleh pemerintah pusat tiap tahun lewat beberapa tahapan, dari hasil temuan di lapangan bahwa terjadi duggan korupsi dana BOS yang di lakukan oleh kepala sekolah SMAN 1 Sanggar.

Dana BOS ini bersifat, Penyedia alat pembelajaran, pemilahan sarana dan prasarana, pembayaran guru honor dan pengembangan perpustakaan, hal tersebut dapan di nilai dengan keadaan fakta lapangan yang tidak sesuai standar pelaksanaan dan regulasi yang ada, bahkan dugaan dana BOS ini di salah gunakan sekaligus oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Data fiktif lapangan hasil daripada infestigasi tata pengelolaan dana bos di SMAN 2 Sanggar sama sekali tidak di rasionalkan secara maksimal atau tepat sasaran, bisah dilihat daripada keadaan kesolah seperti ruang kelas atau kursi yang sama sekali tidak diperbaiki, sedangkan tiap tahun anggaran dana bos tersebut tetap di cairkan oleh pemerintah pusat.

Bukan hanya itu saja, kasus PIP juga jadi pembahasan yang serius di kalangan wali murid siwa SMAN 1 Sanggar, siswa hanya sebatas hadir untuk tanda tangan pencairan saja sedangkan proses pencarian uang tersebut sampai hari ini belum pernah di terima langsung oleh penerima manfaat PIP tersebut, dan ini juga menjadi temuan duggan tindak pidana korupsi yang telah dilakukan oleh kepala sekolah SMAN 1 Sanggar.

Sedangkan salah satu walirut berinisial M merasah keberatan atas ulah oknum SMA yang telah diduga mengambil hak anaknya tersebut, saya siap akan ikut prosedur hukum beserta dengan anak saya jika kasus ini sampai ke meja hitam atau pengadilan ujarnya.

Lanjut walimurid M menegaskan kasus ini harus dibongkar secara besar besaran supaya pihak sekolah tidak lagi melakukan hal yang sama terhadap siswa-siswi SMAN 1 Sanggar ke depan, bahkan kita sebagai wali murid juga mendapatkan informasi dugaan pemotongan uang PIP untuk sumbangan bantuan pembangunan gedung sekolah, sedangkan pembangunan gedung sekolah ada pos masing-masing, Kita siap bawa kasus ini ke meja hukum tutupnya.

(den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *