Inaq Ulan Histeris, Anaknya Diduga Menjadi Korban TPPO Oknum Sponshor Asal Sakra Timur

Inaq Ulan Histeris, Anaknya Diduga Menjadi Korban TPPO Oknum Sponshor Asal Sakra Timur
Lombok, NTB, (26/6) – Berawal dari rayu merayu oknum sponsor/calo pengiriman TKW Kepada Korban atas nama Ulan, asal Desa Jonggat Lombok Tengah sekitar 8 bulan yang lalu kini meninggalkan sebuah tanda tanya besar di mana TKW yang dikirim menurut informasi yang dihimpun dari beberapa sumber kini hilang kontak dan tidak pernah ada kabar setelah keberangkatannya yang diduga nonprosedural.
Tidak hanya Ulan yang menjadi korban yang diduga menjadi korban TPPO namun ada banyak para CPMI Perempuan yang juga dikirim tanpa prosedur. Orangtua korban (Ulan) saat diminta keterangan melalui sambungan telepon menerangkan bahwa dirinya hingga saat ini mengaku tidak tau menahu keberadaan anaknya (Ulan) yang dikirim oleh Oknum Sponshor/calo inisial S asal Sakra Timur.
Keterangan Sumber lainnya yang didapatkan media ini setelah dilakukan penelusuran , memang benar bahwa Ulan bersama CPMI Perempuan lainnya mulanya dijanjikan akan dikirim ke Singapore, nyatanya menurut keterangan salah seorang Korban lainnya inisial T, mereka dikirim ke Bandara Airport di Malaysia bukan ke Singapore sekitar 8 bulan lalu.
Orang Tua Ulan (Korban) dugaan TPPO yang awam tidak bisa baca tulis merasa telah ditipu oleh oknum sponshor yang kirim anaknya ke Luar negeri yang mulanya tujuan ke singapore namun ke Malaysia. Dirinya mengaku sempat mencari keberadaan rumah oknun sponshor (S) asal Sakra Timur guna mengetahui kabar anaknya (Ulan) yang hingga saat ini hilang kontak sampai saat ini dari semenjak keberangkatan.
Ibu Ulan menangis histeris karena sampai saat ini belum mengetahui kabar dari anaknya,sementara rombongan/temannya yang berangkat bersamaan ada yang sudah pulang. Berharap pihak Pemerintah (Disnakertrans) Kabupaten maupun Provinsi mengambil tindakan dan sikap terhadap kasus yang dialaminya.
Melalui keterangan Media ini, Inaq Ulan berharap, “Semoga Oknum Sponshor inisial S dapat ditemukan dan diproses secara hukum serta anaknya bisa dikembalikan pulang ke kampung halaman,” tutupnya.
(PS/den)
