Ormas Ganas Bergerak, Minta Perusahaan Tambak Udang Rambang agar Ditutup

Ormas Ganas Bergerak, Minta Perusahaan Tambak Udang Rambang agar Ditutup
LombokTimur,NTB, (26/6) – Ormas GANAS bersama ratusan anggota turun ke jalan , blokade jalan tepat di depan kantor Bupati, meminta Ketegasan Bupati agar Menindak Tambak-tambak yang dianggap merugikan warga masyarakat luas karena diduga akan menyebabkan pencemaran lingkungan, sebagaimana Bupati Lombok Timur (Drs. H Khaerul Warisin) tegas saat usir nelayan di Teluk Ekas yang bawa tamu.
Eko Rahady, SH pada orasinya menyebutkan Bupati jangan mau dibohongi diprank oleh perusahaan perusahaan tambak serta menyebut Bupati Khaerul Warisin harus berani bersikap terhadap keberadaan Tambak Udang yang berada di Eks Lapangan Penerbangan Rambang, Kec. Sakra Timur.
Atas nama Ormas Ganas para Koordinator Aksi di antaranya Yuza, Junaidi, Muhammad Hamzani, Eko Rahady membeberkan tuntutannya yakni untuk Mendesak Bupati Lombok Timur untuk meminta kepada pemilik/pengelola Tambak Udang di Lapangan Rambang untuk memperlihatkan SK Perizinan alih fungsi lahan Lapangan Rambang yang sekarang menjadi tambak serta harus memperhatikan AMDALnya.
“Eks Lapangan Terbang Rambang dinilai sangat memiliki nilai nilai sejarah yang patut di pertahankan , serta apapun dalihnya atas tambak udang lapangan rambang harus ditutup karena tata kelola (Rancangan RT,RW) Kab.Lotim dinilai belum Tuntas, Tata ruang di wilayah kecamatan Sakra Timur artinya belum Final,lalu kenapa ada banyak tambak berjejeran,” ungkap Royal Sembahulun yang juga ikut aksi.
Tak hanya Eko Rahady , Royal Sembahulun (Bung Royal) juga turut bersuara minta Selesaikan terlebih dahulu Rancangan RT,RW Daerah baik kabupaten hingga provinsi barulah semuanya bisa lebih jelas alas diijinkan atau tidak adanya Tambak di suatu wilayah kecamatan,seperti keberadaan Tambak di Kec.Sakra. “Walau bagaiamanapun lingkungan sepadan pantai yang seharusnya menjadi asset destinasi bagi masyarakat tidak semua asset pesisir pantai harus dihabiskan menjadi Tambak,” ujar Royal.
Ketum Ganas (Lalu Anugerah Bayu Adi) juga dalam keterangannya sangat tidak ingin Lahan yang begitu luas hingga mencapai seratusan hektar kurang lebihnya dijadikan area Tambak keseluruhan. “Sebab apapun dalihnya warga masyarakat Lotim yang selama ini hidup dan menjadikan area Lapangan Rambang sebagai salah satu destinasi juga lahan pertanian haruslah diperhatikan dan berdaulat di daerahnya sendiri,” ujarnya.
(PS/den)
